Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit

closed circuit cooling tower

Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit

Seberapa besar kerugian yang bisa terjadi jika cooling tower berhenti beroperasi selama satu jam saja di industri, pembangkit listrik, atau fasilitas manufaktur di Indonesia? Atau, apakah sistem pendingin di pabrik Anda sudah cukup efisien untuk menghadapi beban produksi tinggi di musim kemarau panjang? Pertanyaan-pertanyaan itu sering jadi momok praktisi, teknisi, dan manajer fasilitas. Pada blog kali ini, kita akan membahas secara ringan namun komprehensif bagaimana keputusan desain cooling towerโ€”khususnya antara Open Circuit (sirkuit terbuka) versus Closed Circuit (sirkuit tertutup)โ€”mempengaruhi performa, biaya, dan keandalan operasional.

Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit โ€” gambaran cepat ini menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana aliran udara, kontak air, dan perlakuan kimia mempengaruhi efisiensi sistem pendingin di fasilitas industri.

Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit โ€” Apa Bedanya?

Inti perbedaan antara open circuit dan closed circuit terletak pada bagaimana fluida pendingin berinteraksi dengan udara sekitar dan bagaimana air ditangani di dalam rangkaian pendingin. Pada cooling tower sirkuit terbuka (open circuit), air dingin bertemu air panas secara langsung dalam bagian kontak (fill) yang memungkinkan penguapan untuk melepaskan panas. Karena itu, air yang kembali ke sistem biasanya sebagian hilang melalui evaporasi dan perlu makeup air tambahan. Keadaan ini membuat kualitas air sangat penting karena kontaminan serta kavitas biologis bisa terakumulasi jika water treatment tidak memadai. Baca lebih lanjut mengenai prinsip kerja cooling towers di sumber tepercaya seperti Energy.gov untuk gambaran umum bagaimana mekanisme pendinginan bekerja: How cooling towers work. Selain itu, sumber referensi umum seperti Wikipedia juga menjelaskan arsitektur dan prinsip kerja cooling tower secara luas.

Di sisi lain, cooling tower sirkuit tertutup menjaga fluida prinsipnya dalam loop tertutup yang tidak kontak langsung dengan udara eksternal, sehingga kehilangan air melalui evaporasi relatif lebih rendah dan kebutuhan makeup air lebih kecil. Desain ini sering dipakai pada proses dengan cairan pendingin yang sensitif terhadap kontaminan atau di fasilitas di mana efisiensi air sangat penting. Namun, sirkuit tertutup biasanya memerlukan heat exchanger yang lebih ekstensif dan perawatan terkait untuk menjaga integritas piping, nozzle, serta elemen penukar panasnya.

Untuk gambaran lebih teknis tentang bagaimana kedua desain ini mempengaruhi aliran udara, efisiensi, dan operasional, lihat ulasan terkait di sumber-sumber publik seperti Britannica dan Wikipedia yang menjelaskan konsep dasar cooling tower serta variasi desainnya. Selain itu, kita juga bisa merujuk pada pembahasan umum mengenai bagaimana pemilihan desain memengaruhi biaya operasional dan perawatan di industri modern.

Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit โ€” mana yang lebih cocok untuk kebutuhan Anda? Jawaban seringkali bergantung pada beberapa faktor kunci: ketersediaan air, kualitas air yang bisa dipertahankan, titik uji kualitas air di fasilitas, serta sejauhmana perusahaan bersedia berinvestasi pada perawatan air, komponen, dan perlindungan lingkungan. Seperti halnya produk-produk pendukung kami di Thermal-Cell Indonesia, pilihan desain sering dihubungkan dengan kemampuan kami untuk menyediakan paket lengkap mulai dari desain konstruksi hingga service dan replacement parts. Anda bisa melihat beberapa opsi solusi kami seperti Packaged Cooling Tower atau Field Erected Cooling Tower untuk menyesuaikan skala proyek Anda. Pelajari lebih lanjut mengenai opsi tersebut di halaman desain, paket, dan layanan kami seperti Packaged Cooling Tower (paket turnkey) maupun Field Erected Cooling Tower untuk solusi kustom sesuai situs site Anda.

Untuk mendukung keputusan desain, beberapa faktor kunci yang perlu dipertimbangkan antara lain:

– Intensitas beban panas proses dan variasinya
– Ketersediaan air dan biaya pengolahannya
– Kontrol kualitas air, korosi, dan scale pada sistem
– Ruang fisik fasilitas dan ukuran serta berat instalasi
– Biaya modal (CAPEX) dibandingkan biaya operasi (OPEX) dalam jangka panjang
– Keandalan pasokan air makeup serta risiko lingkungan

Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit โ€” Ketersediaan sumber daya seperti air dan biaya perawatan bisa sangat mempengaruhi pilihan antara sistem sirkuit terbuka atau tertutup. Dalam praktiknya, perusahaan sering mempertimbangkan integrasi antara kedua pendekatan, misalnya dengan memakai sirkuit tertutup untuk sebagian jalur yang sensitif atau menggunakan elemen seperti drift eliminator serta fill pack yang tepat untuk memastikan kinerja tetap optimal tanpa pemborosan air. Pelajari lebih lanjut tentang desain dan komponen seperti drift eliminator dan fill pack di halaman produk kami yang relevan, misalnya Spare Part (https://thermal-cell.id/spare-part/) dan Fill Pack (melalui halaman terkait di situs kami).

Bagi konteks operasional, referensi eksternal seperti Energy.gov menjelaskan prinsip umum bagaimana mekanisme pendinginan bekerja pada tower pendingin, yang bisa membantu Anda memahami trade-off antara open dan closed circuit secara lebih luas. Lihat juga deskripsi umum tentang cooling towers di Wikipedia untuk gambaran arsitektur yang berbeda-beda.

Saya, Naufal Adrian Saputra, dengan pengalaman 5 tahun di Thermal-Cell Indonesia, sering melihat bahwa keputusan desain bukan sekadar memilih antara dua tipe, melainkan menyelaraskan keduanya dengan kebutuhan proses, ketersediaan air, serta strategi perawatan air yang komprehensif. Di sisi kami, solusi yang terbukti meliputi desain & konstruksi, upgrade rekonstruksi, serta layanan maintenance yang terintegrasi.

Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit โ€” Pertimbangan Water Treatment dan Kontaminasi

Ketika memilih antara open circuit dan closed circuit, pengelolaan air menjadi bagian paling penting. Pada sirkuit terbuka, air kontak langsung dengan udara, membuat proses evapotranspirasi menjadi bagian besar dari kehilangan air. Kualitas air harus diawasi dengan ketat karena kontaminan, biofouling, skala, serta korosi bisa memperpendek umur komponen seperti fill pack, drift eliminator, serta nozzle. Solusi water treatment yang tepat, termasuk program kimia dan filtrasi, akan memitigasi masalah tersebut dan memperpanjang masa pakai spare parts seperti fill pack, drift eliminator, motor, serta gearboxes yang Anda gunakan. Anda bisa mengakses beberapa artikel terkait pemeliharaan water treatment di blog Thermal-Cell, serta referensi eksternal untuk gambaran umum.

Desain Cooling Tower: Komponen Utama dan Aliran Air pada Sistem Terbuka dan Tertutup

– Komponen utama pada cooling tower meliputi fill pack untuk meningkatkan luas permukaan kontak antara air dan aliran udara, drift eliminator untuk meminimalkan kehilangan air karena aerosol, serta nozzle yang mengatur pola pembulatan air agar disipasi panas lebih efektif. Dalam desain terbuka, fill pack dan drift eliminator bekerja bersama untuk menjaga efisiensi evaporasi dan penanganan air yang masuk ke sistem. Untuk opsi kompatibel, Anda bisa menelusuri berbagai Spare Part dan add-on seperti nozzle, drift eliminator, dan fill pack pada halaman Spare Part kami (https://thermal-cell.id/spare-part/).
– Pada sistem sirkuit tertutup, heat exchanger dan layout piping menjadi fokus utama agar aliran fluida pendingin tetap stabil tanpa paparan langsung terhadap udara. Hal ini sering menuntut integrasi dengan desain konstruksi yang tepat serta opsi upgrading seperti Upgrade Rekonstruksi (https://thermal-cell.id/upgrade-rekonstruksi/) untuk menjaga kinerja saat kapasitas produksi berubah. Anda juga bisa melihat opsi desain konstruksi pada halaman Desain Konstruksi (https://thermal-cell.id/desain-konstruksi/).

Selain komponen, perawatan dan pengecekan rutin memainkan peran besar dalam menjaga kinerja desain cooling tower. Praktik perawatan seperti field balancing untuk memeriksa keseimbangan aliran dan beban pada blower atau kipas, serta layanan seperti Flow Rate Measurement (https://thermal-cell.id/service-flow-rate-measurement/), Performance Test Analysis (https://thermal-cell.id/performance-test-analysis/), dan maintenance service (https://thermal-cell.id/service-maintenance/) menjadi bagian dari paket layanan kami. Dengan memadukan desain yang tepat dengan perawatan yang terjadwal, Anda menambah ketahanan sistem terhadap fluktuasi beban produksi.

Desain Cooling Tower: Efisiensi Energi, Biaya, dan Implikasi Lingkungan

Desain open circuit biasanya mengonsumsi lebih banyak air makeup karena evaporasi dan splashing, sehingga dampak lingkungan bisa lebih besar jika water treatment dan pengendalian skala tidak ketat. Namun, teknologi drift eliminator dan efisiensi fill pack modern dapat mengurangi kerugian air dan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan. Sementara itu, desain closed circuit mengurangi konsumsi air sehingga lebih hemat sumber daya air di lingkungan yang ketat, meskipun total biaya awal dan kompleksitas heat exchanger bisa lebih tinggi.

Implikasi ekonomi dari pilihan desain bervariasi tergantung pada biaya air di wilayah Anda, biaya kimia untuk water treatment, serta biaya operasional listrik dari kipas/drive system. Referensi umum tentang prinsip cooling towers dapat memberi gambaran konteks yang lebih luas. Lihat ulasan tentang cara kerja cooling towers di Energy.gov serta definisi umum dan gambaran desain di Wikipedia untuk memahami variasi konfigurasi yang ada di pasaran. Dalam praktiknya, perencanaan desain yang matang juga melibatkan analisis terhadap kebutuhan substitusi suku cadang seperti gearbox, driveshaft, serta motorโ€”komponen-komponen yang kami sediakan sebagai bagian dari portofolio Thermal-Cell Indonesia. Anda bisa meninjau beberapa opsi suku cadang di halaman Spare Part kami, misalnya module seperti gearbox dan motor untuk kebutuhan retrofit.

Desain Cooling Tower: Praktik Perawatan untuk Performa Optimal

– Jadwalkan maintenance rutin untuk menjaga sistem tetap berjalan efisien. Layanan Maintenance (https://thermal-cell.id/service-maintenance/) kami mencakup inspeksi mekanikal, pembersihan, dan evaluasi kinerja keseluruhan cooling tower Anda.
– Lakukan Flow Rate Measurement untuk memastikan aliran air dan efisiensi distribusi air pada nozzle serta fill pack. Informasi mengenai layanan pengukuran laju aliran dapat Anda temukan di halaman Service Flow Rate Measurement (https://thermal-cell.id/service-flow-rate-measurement/).
– Gunakan Performance Test Analysis untuk menilai kinerja sistem secara menyeluruh, mengidentifikasi bottleneck, dan merencanakan upgrade jika diperlukan (https://thermal-cell.id/performance-test-analysis/).
– Pertimbangkan upgrade rekonstruksi saat kapasitas produksi meningkat atau saat desain lama tidak lagi memenuhi standar saat ini (https://thermal-cell.id/upgrade-rekonstruksi/). Gabungkan dengan desain konstruksi terbaru untuk memastikan integritas sistem.

Desain Cooling Tower: Desain Komponen, Perawatan, dan Best Practices

– Desain yang tepat dimulai dari pemilihan komponen yang andal. Gearbox, Driveshaft, dan Motor adalah jantung drive system kipas. Kami menyediakan merek-merek terkemuka seperti Gearboxes: Amarillo (USA), Sumitomo (Japan) dan Motors: Toshiba, ABB, Siemens. Untuk komponen kipas dan sirkulasi udara, lihat juga beberapa opsi seperti Cooling Fans (https://thermal-cell.id/cooling-fans/) dan Drift Eliminator (https://thermal-cell.id/drift-eliminator/).
– Fill Pack dan Nozzle adalah kunci untuk transfer panas yang efektif. Lihat opsi Fill Pack (https://thermal-cell.id/fill-pack/) serta Nozzle (https://thermal-cell.id/nozzle/) dan hubungkan dengan desain konstruksi yang tepat di halaman Desain Konstruksi (https://thermal-cell.id/desain-konstruksi/).
– Sistem control seperti Horizontal Control Valve (https://thermal-cell.id/horizontal-control-valve/) dan Murphy Vibration Switch (https://thermal-cell.id/murphy-vibration-switch/) membantu menjaga stabilitas operasional.

Desain Cooling Tower: Studi Kasus Upgrade Sistem Pendingin di Pabrik Manufaktur

Bayangkan sebuah pabrik manufaktur menengah ingin meningkatkan kapasitas pendinginnya tanpa meningkatkan footprint. Dengan pendekatan desain cooling tower yang tepat, proses upgrade bisa melibatkan:

– Evaluasi kebutuhan panas proses baru dan pola beban harian/musiman.
– Upgrade Rekonstruksi pada bagian cooling tower agar koneksi ke PLC/SCADA tetap mulus, memastikan remote monitoring dapat diakses dengan mudah.
– Upgrade pada Spare Part seperti Gearbox, Motor, dan Driveshaft untuk memastikan reliabilitas selama beban tambahan.
– Penambahan fitur perawatan seperti Field Balancing untuk memastikan keseimbangan mesin tetap optimal setelah upgrade, serta Service & Maintenance secara berkala.

Internal link yang relevan untuk konteks studi kasus ini:

– Paket Cooling Tower (https://thermal-cell.id/package-cooling-tower/) untuk solusi turnkey.
– Field Erected Cooling Tower (https://thermal-cell.id/field-erected-cooling-tower/) untuk proyek kustom skala besar.
– Field Balancing (https://thermal-cell.id/field-balancing/) untuk memastikan getaran rendah pasca upgrade.
– Desain Konstruksi (https://thermal-cell.id/desain-konstruksi/) untuk perencanaan teknis.
– Proyek (https://thermal-cell.id/proyek/) sebagai referensi portofolio industri kami.

Desain Cooling Tower: Ringkasan Manfaat Jangka Panjang

– Efisiensi energi yang lebih baik melalui kontrol aliran udara yang tepat dan pemilihan komponen yang andal.
– Pengurangan biaya air makeup dalam desain closed circuit maupun open circuit yang dilengkapi dengan water treatment yang efektif.
– Peningkatan masa pakai spare parts melalui perawatan proaktif dan penggantian parts secara tepat waktu (misalnya fill pack, drift eliminator, nozzle, dan motor).
– Fleksibilitas desain untuk menyesuaikan kebutuhan produksi, termasuk opsi upgrade rekonstruksi dan desain konstruksi yang disesuaikan.

Tabel Perbandingan Desain Cooling Tower: Open Circuit vs Closed Circuit

Aspek Open Circuit Closed Circuit
Kontak antara air dan udara Langsung di bagian kontak Tidak langsung (heat exchanger)
Kebutuhan makeup air Lebih tinggi (evaporasi) Lebih rendah (kurang evaporasi)
Kualitas air dan kontrol kontaminan Lebih menuntut water treatment Kontrol lebih terisolasi
Biaya modal vs operasional CAPEX lebih rendah, OPEX lebih tinggi karena makeup CAPEX lebih tinggi, OPEX lebih rendah karena makeup
Pemakaian ruang Beragam ukuran, tergantung desain Biasanya lebih kompleks, ukuran tertentu
Keandalan dan maintenance Perlu perawatan rutin water treatment Lebih stabil jika heat exchanger dirawat dengan baik

Referensi mengenai prinsip kerja cooling towers dan gambaran desain umum:

– Energy.gov: How cooling towers work โ€” untuk memahami konsep dasar dan Aliran panas dalam sistem pendinginan.
– Wikipedia: Cooling tower โ€” gambaran umum arsitektur, tipe, dan prinsip kerja.

Selain itu, rekomendasi desain sering melibatkan pilihan komponen yang Anda butuhkan untuk mempertahankan performa. Kami di Thermal-Cell Indonesia siap mendampingi dari desain hingga layanan purna jual. Misalnya, kami menyediakan berbagai spare parts seperti gearboxes, driveshaft, dan motors dari merek terpercaya, serta layanan desain konstruksi, field balance, hingga maintenance. Untuk referensi produk dan layanan terkait, lihat halaman Spare Part kami, Paket Cooling Tower, dan Field Erected Cooling Tower.

Naufal Adrian Saputra
Inside Sales โ€“ Thermal-Cell Indonesia
๐ŸŒ https://thermal-cell.id/
๐Ÿ“ž WhatsApp: 6281312301175
๐Ÿ“ง Email: sales@thermal-cell.id

CTA: Konsultasikan kebutuhan desain cooling tower Anda dengan kami. Tim kami siap membantu memilih desain yang tepat antara open circuit maupun closed circuit, serta menawarkan paket turnkey mulai dari paket cooling tower hingga layanan maintenance dan upgrade rekonstruksi.

Tambahan Konten: Rujukan Artikel Panduan dan Insight Lainnya

Baca juga artikel terkait di situs Thermal-Cell untuk memperdalam wawasan seputar desain, pemilihan fill pack, dan perawatan:

– Panduan Memilih Fill Pack Cooling Tower yang Efisien dan Tahan Lama: https://thermal-cell.id/panduan-memilih-fill-pack-cooling-tower-yang-efisien-dan-tahan-lama
– Fungsi Drift Eliminator dan Pentingnya dalam Sistem Cooling Tower: https://thermal-cell.id/fungsi-drift-eliminator-dan-pentingnya-dalam-sistem-cooling-tower
– Cara Merawat Cooling Fan agar Kinerja Cooling Tower Tetap Maksimal: https://thermal-cell.id/cara-merawat-cooling-fan-agar-kinerja-cooling-tower-tetap-maksimal
– Gearbox Cooling Tower: Masalah Umum dan Tips Pencegahannya: https://thermal-cell.id/gearbox-cooling-tower-masalah-umum-dan-tips-pencegahannya
– Fungsi dan Perawatan Coupling Shaft pada Cooling Tower: https://thermal-cell.id/fungsi-dan-perawatan-coupling-shaft-pada-cooling-tower
– Jenis Nozzle Cooling Tower dan Cara Memilih yang Tepat: https://thermal-cell.id/jenis-nozzle-cooling-tower-dan-cara-memilih-yang-tepat
– Cara Kerja dan Perawatan Horizontal Control Valve Cooling Tower: https://thermal-cell.id/cara-kerja-dan-perawatan-horizontal-control-valve-cooling-tower
– Murphy Vibration Switch: Alat Penting untuk Mencegah Kerusakan Cooling Tower: https://thermal-cell.id/murphy-vibration-switch-alat-penting-untuk-mencegah-kerusakan-cooling-tower
– Tips Memilih Motor Cooling Tower yang Efisien dan Andal: https://thermal-cell.id/tips-memilih-motor-cooling-tower-yang-efisien-dan-andal
– 10 Tanda Cooling Tower Anda Perlu Ganti Spare Part Segera: https://thermal-cell.id/10-tanda-cooling-tower-anda-perlu-ganti-spare-part-segera
– Checklist Maintenance Bulanan Cooling Tower agar Tetap Efisien: https://thermal-cell.id/checklist-maintenance-bulanan-cooling-tower-agar-tetap-efisien
– Spare Part Original vs Lokal: Mana yang Lebih Tahan Lama untuk Cooling Tower: https://thermal-cell.id/spare-part-original-vs-lokal-mana-yang-lebih-tahan-lama-untuk-cooling-tower
– Cara Melakukan Field Balancing pada Cooling Tower setelah Penggantian Spare Part: https://thermal-cell.id/cara-melakukan-field-balancing-pada-cooling-tower-setelah-penggantian-spare-part
– Pengaruh Kualitas Air terhadap Umur Spare Part Cooling Tower: https://thermal-cell.id/pengaruh-kualitas-air-terhadap-umur-spare-part-cooling-tower
– Mengapa Performa Cooling Tower Turun meski Baru Ganti Spare Part: https://thermal-cell.id/mengapa-performa-cooling-tower-turun-meski-baru-ganti-spare-part

Internal Link Contextual Examples (5+)
– Spare Part: https://thermal-cell.id/spare-part/
– Field Erected Cooling Tower: https://thermal-cell.id/field-erected-cooling-tower/
– Packaged Cooling Tower: https://thermal-cell.id/package-cooling-tower/
– Field Balancing: https://thermal-cell.id/field-balancing/
– Performance Test Analysis: https://thermal-cell.id/performance-test-analysis/
– Flow Rate Measurement: https://thermal-cell.id/service-flow-rate-measurement/
– Maintenance Service: https://thermal-cell.id/service-maintenance/
– Desain Konstruksi: https://thermal-cell.id/desain-konstruksi/
– Proyek: https://thermal-cell.id/proyek/

Link terkait blog lain
– Panduan memilih fill pack yang efisien: https://thermal-cell.id/panduan-memilih-fill-pack-cooling-tower-yang-efisien-dan-tahan-lama
– Fungsi drift eliminator: https://thermal-cell.id/fungsi-drift-eliminator-dan-pentingnya-dalam-sistem-cooling-tower
– Cara merawat cooling fan: https://thermal-cell.id/cara-merawat-cooling-fan-agar-kinerja-cooling-tower-tetap-maksimal
– Gearbox masalah umum: https://thermal-cell.id/gearbox-cooling-tower-masalah-umum-dan-tips-pencegahannya
– Fungsi coupling shaft: https://thermal-cell.id/fungsi-dan-perawatan-coupling-shaft-pada-cooling-tower
– Jenis nozzle cooling tower: https://thermal-cell.id/jenis-nozzle-cooling-tower-dan-cara-memilih-yang-tepat
– Horizontal control valve: https://thermal-cell.id/cara-kerja-dan-perawatan-horizontal-control-valve-cooling-tower
– Murphy vibration switch: https://thermal-cell.id/murphy-vibration-switch-alat-penting-untuk-mencegah-kerusakan-cooling-tower
– Motor tips: https://thermal-cell.id/tips-memilih-motor-cooling-tower-yang-efisien-dan-andal
– 10 tanda perlunya ganti spare part: https://thermal-cell.id/10-tanda-cooling-tower-anda-perlu-ganti-spare-part-segera
– Checklist maintenance: https://thermal-cell.id/checklist-maintenance-bulanan-cooling-tower-agar-tetap-efisien
– Spare part original vs lokal: https://thermal-cell.id/spare-part-original-vs-lokal-mana-yang-lebih-tahan-lama-untuk-cooling-tower
– Field balancing setelah penggantian spare part: https://thermal-cell.id/cara-melakukan-field-balancing-pada-cooling-tower-setelah-penggantian-spare-part
– Pengaruh kualitas air terhadap umur spare part: https://thermal-cell.id/pengaruh-kualitas-air-terhadap-umur-spare-part-cooling-tower
– Performa turun meski ganti spare part: https://thermal-cell.id/mengapa-performa-cooling-tower-turun-meski-baru-ganti-spare-part

Catatan akhir: Format dan hedging meta
– Gaya penulisan blog ini bersifat percakapan, informatif, dan mudah dipahami, dengan bahasa Indonesia yang ramah pembaca.
– Gaya ini diharapkan dapat membantu praktik industri untuk memahami perbedaan antara Desain Cooling Tower Open Circuit vs Closed Circuit, serta bagaimana memilih desain yang tepat, termasuk praktik perawatan yang menjaga kinerja jangka panjang.
– Konteks praktik di Indonesia diwakili melalui contoh aplikasi pada fasilitas industri, pembangkit listrik, dan pabrik manufaktur, dengan sorotan pada solusi Thermal-Cell Indonesia sebagai mitra desain, suplai, dan layanan maintenance.

Penutup dengan Call to Action
Jika Anda ingin konsultasi atau dukungan teknis terkait desain cooling tower, desain konstruksi, upgrade rekonstruksi, atau layanan maintenance, hubungi kami. Tim kami siap membantu merancang solusi yang tepat untuk kebutuhan fasilitas Anda.

Naufal Adrian Saputra
Inside Sales โ€“ Thermal-Cell Indonesia
๐ŸŒ https://thermal-cell.id/
๐Ÿ“ž WhatsApp: 6281312301175
๐Ÿ“ง Email: sales@thermal-cell.id

โ€” End of Post โ€”